Tampilkan postingan dengan label pelajarbicara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelajarbicara. Tampilkan semua postingan

Potret Anggaran Pendidikan Nasional

Dalam dunia pendidikan kebutuhan anggaran sangat berperan strategis. Semakin rendah anggaran pendidikan pertanda kemunduran perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan. Bukan tidak mungkin ini berdampak makin rendahnya kualitas SDM. Sebab indikator kemajuan SDM suatu negara adalah bagaimana kualitas pendidikannya. Itu tercermin salah satunya dari kepedulian pemerintah memberikan anggaran untuk kebutuhan pendidikan nasional.

Merespons kebutuhan itu hampir dalam setiap pembahasan APBN, pendidikan mendapat anggaran besar. Tapi ironisnya, mengutip Darmaningtyas meski memperoleh anggaran besar pendidikan nasional masih berjalan stagnan. Kondisi ini dapat disebabkan 3 hal yaitu maraknya korupsi dana pendidikan, membengkaknya jumlah utang dan inefisiensi anggaran dimana besarnya kebutuhan belanja pegawai.

Dampaknya banyak anggaran pendidikan tidak dirasakan oleh daerah dan masyarakat. Lemahnya sistem kontrol anggaran mengakibatkan dana yang ada tidak efektif dan rawan kebocoran. Anggota DPR Nurhasan Zaidi mengatakan skema bantuan sosial pendidikan banyak tidak transparan. Informasi program pendidikan dari pemerintah pusat masih bersifat terbatas. Kondisi ini bertentangan dengan UU Kebebasan Informasi Publik (UU KIP)

Persoalan tranparansi anggaran masih menjadi persoalan yang belum dapat diselesaikan. Akses masyarakat memperoleh informasi masih minim. Situasi yang diperparah kurangnya kesadaran birokrasi pendidikan memberikan pencerdasan kepada masyarakat. Jadilah mekanisme yang transparan dan sinergis dalam penyaluran dana bagaikan jauh panggang dari api. Dana Bantuan Operasional Sekolah misalnya, banyak menyisakan persoalan akuntabilitas dan transparansi di lapangan.

Akibat semrawutnya persoalan anggaran, masyarakat jelas dirugikan. Pendidikan gratis belum dapat dinikmati semua kalangan, akses pendidikan terbatas dan fasilitas sekolah masih banyak yang rusak. Kondisi ini memprihatinkan sekaligus memalukan. Prihatin sebab tingginya anggaran selalu tidak jelas ke mana habisnya. Memalukan karena penyakit korupsi masih dibiarkan merajalela.

Postur Anggaran Pendidikan Nasional
Tahun 2011 pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pendidikan sebesar 20,25% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dana itu dikelola pemerintah pusat dan tersebar di berbagai kementerian dan lembaga. Kementerian Pendidikan Nasional misalnya mendapat 22% (Rp 55,5 triliun). Jumlah yang dapat diharapkan sesuai dengan amanat konstitusi agar pemerintah menganggarkan 20% anggaran negara untuk pendidikan.

Ironisnya jumlah yang besar itu habis dibelanjakan untuk kesejahteraan guru. Gaji guru dan tenaga pendidikan menyedot anggaran 42 % ( Rp 104,2 triliun), tunjangan profesi guru sebanyak Rp 18,5 triliun dan dana Bantuan Operasional Sekolah mendapat porsi Rp 16,8 triliun. Besarnya anggaran untuk guru bagaikan dua sisi mata uang. Satu sisi, menguntungkan posisi pemerintah yang dianggap mampu mengatasi masalah dapur guru agar tetap ngebul. Sisi lain, kebutuhan anggaran untuk sektor lainnya otomatis berkurang.

Gaji guru sendiri adalah persoalan penting yang terus terjadi setiap tahun. Kalangan guru sebagai salah satu elemen pendidikan dalam setiap aksinya menuntut kenaikan gaji. Tidak heran, sebab besarnya tugas guru tidak sebanding dengan kesejahteraan yang diperoleh. Jadilah nasib guru memprihatinkan jika dibandingkan profesi PNS lainnya.

Pemerintah akhirnya mengabulkan kenaikan gaji guru. Sejak 2011, Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh berjanji memprioritaskan anggaran untuk kenaikan gaji guru dan BOS. Citra guru terangkat dan menjadi profesi yang diburu. Guru Indonesia akhirnya disibukkan berburu sertifikasi agar mendapat kenaikan gaji.
Tapi kenaikan gaji belum menyelesaikan persoalan. Kualitas pendidikan nasional masih berjalan setengah hati. Banyak guru sibuk mengejar sertifikasi, tapi kualitasnya pasca sertifikasi dipertanyakan. Lebih miris ketika Ujian Nasional masih banyak siswa tidak lulus. Tentu ini meninggalkan pertanyaan mendasar. Apakah gaji guru berbanding lurus dengan meningkatnya kualitas guru?

Di sisi lain, anggaran untuk fasilitas pendidikan sangat kecil. Infrastruktur pendidikan hanya mendapat porsi 4% (Rp 10 triliun) dalam bentuk Dana Alokasi Khusus. Keterbatasan dana perbaikan fasilitas pendidikan meninggalkan banyak sekolah rusak. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional pada 2009–2010 dari sekitar 808.872 ruang kelas SD negeri hanya 476.209 ruang yang kondisinya baik dan layak pakai. Sisanya dalam kondisi rusak, termasuk 101 kelas rusak berat.

Sulit dibayangkan bagaimana siswa mau berprestasi jika gagal mendapatkan ruangan sekolah yang layak. Di tengah tuntutan kurikulum yang padat, siswa dibayangi kemungkinan ambruknya sekolah. Pemerintah sendiri melansir dana yang dibutuhkan untuk merehabilitasi ruang kelas yang rusak sebesar Rp 17,36 triliun. Artinya masih ada defisit Rp 7,36 triliun untuk perbaikan fasilitas sekolah.

Masa Depan pendidikan Nasional
Persoalan transparansi anggaran pendidikan, sekolah yang rusak, kebingungan penyaluran dana BOS dan kualitas guru adalah sebagian kecil dari gunung es masalah pendidikan nasional. Pemerintah dan DPR sebagai perumus kebijakan dimintai tanggung jawab mengatasi masalah itu. Partisipasi masyarakat mustahil diwujudkan jika pemerintah masih berlepas tangan memberikan informasi program pendidikan kepada masyarakat.

Sudah waktunya pemerintah berusaha mengurangi politik pencitraan dan membuka ruang transparansi dana pendidikan ke publik. Sebab masyarakat sebagai pembayar pajak berhak tahu ke mana saja penyaluran dana pendidikan. Sosialisasi program pendidikan juga harus terus dimaksimalkan sehingga keluasan akses pendidikan dirasakan masyarakat. Sebab selama ini banyak terjadi, program pendidikan seperti beasiswa misalnya masih belum tepat sasaran.

Pemerintah juga dituntut lebih fokus pada prioritas kebutuhan pendidikan. Peningkatan gaji guru dan sertifikasi harus mampu meningkatkan kualitas guru. Sekolah rusak harus secepatnya diperbaiki agar siswa tidak terganggu kegiatan belajar-mengajarnya. Program pendidikan harus jeli, tepat sasaran dan sesuai fakta lapangan bukan berdasarkan laporan semata.


Oleh: Inggar Saputra, Cipinang.
Pengurus Pusat Pemuda Persatuan Umat Islam (PP Pemuda PUI)
dan Analis Institute For Sustainable Reform (Insure)

Pelajar Aceh Tolak Perayaan "Valentine Day"

Puluhan pelajar yang tergabung dalam Pelajar Aceh Tolak Perayaan "Valentine Day" Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI) menolak perayaan "valentine day" karena dinilai bertentangan dengan ajaran Islam. "Hari valentine yang dirayakan setiap 14 Februari itu bukan budaya Indonesia dan bertentangan dengan ajaran Islam serta lebih banyak mudharat dibandingkan manfaatnya," kata Ketua DPP KAPMI Aceh, Muhammad Zamzami di Banda Aceh, Minggu.



Untuk menentang penolakan perayaan hari kasih sayang itu, para aktivis KAPMI yang didominasi remaja putri menggelar aksi damai sambil berorasi di bundaran Simpang Lima Banda Aceh. Dalam aksi yang mendapat pengawalan aparat keamanan, aktivis KAPMI juga membagi-bagikan selebaran penolakan perayaan hari valentine.

Zamzami mengatakan valentine itu bukan ajaran Islam, bukan budaya Indonesia dan bukan juga budaya Aceh tapi tradisi bangsa lain dapat merusak akhlak dan keimanan.Menurutny, perayaan valentine juga akan membuang tenaga, uang dan parahnya lagi banyak remaja yang memanfaatkan hari itu untuk berbuatan zina. Aktivis KAPMI itu minta Pemerintah melalui Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah (WH) serta para orang tua untuk mensosialisasikan bahwa hari valentine itu tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Pemerintah dan ulama juga diminta mengeluarkan fatwa melarang perayaan valentine didaerah yang telah memberlakukan hukum syariat islam itu.

"Dengan didasari Peraturan daerah (qanun) tentang syariat Islam, saya kira pemerintah dan ulama dapat mengeluarkan fatwa atau imbauan melarang adanya kegiatan hura-hura pada perayaan valentine itu," katanya. Ia juga mengatakan banyak pelajar Muslim ikut-ikut merayakan hari valentine bahkan ucapan "selamat hari valentine" menjadi kalimat berharga dan wajib diucapkan pada setiap 14 Februari.

"Tidak hanya mengucapkan selamat hari valentine, mereka juga saling kirim kartu dan bunga, menghadiahi berbagai asesoris yang melambangkan hari valentine. Ini mereka lakukan karena tidak mengetahui latar belakang atau sejarah lahir hari kasih sayang bagi warga non-Muslim," kata Muhammad Zamzami. (Di Muat Juga Di Yahoo News)

http://id.news.yahoo.com/antr/20110213/tpl-pelajar-aceh-tolak-perayaan-valentin-cc08abe.html

Turun Ke Jalan Lagi

Assalamu'alaikum.. Kabar Terbaru..

Hari ini, KAPMI Daerah Jakarta Barat Bersama Jajarannya Mengadakan Aksi Galang Dana Ke Jalan..
Di Bundaran Slipi-JakartaBarat..

Memakai Seragamnya,
Mengedarkan Buletin SPAM (Suara Pelajar Muslim),
Membentangkan Spanduk Jalan,
dan Membentuk Tim Sunduq.

Tetap Semangat Teman2 Ku...
Saatnya Pelajar Peduli Negeri Ini...
(Sabtu,27 Nov 2010)

Sahabat Peduli Bencana

“Ketika pendidikan mulai terabaikan.. Ketika moralitas terus tergilas..Lahirlah sebuah pelita harapan.. Munculah sebuah asa.. Daripada kita terus mengutuk kegelapan.. Lebih baik menyalakan sebuah lilin…”

Inilah sebuah semangat yang harus kita bangun sebagai pelajar Indonesia. Semangat yang membaja, tiada siapapun kan dapat menghalanginya kecuali dengan kehendak-Nya.



Kabar terhangat beberapa hari yang lalu, Negeri ini ditimpa berbagai macam ujian. Bencana Alam yang tiada kenal kata henti terus menggerogoti Indonesia ini. Banyak korban yang kehilangan tempat tinggal, harta, uang, bahkan nyawa sekalipun.


Masihkah Kita TERDIAM saja?

Banyak pelajar di pelosok daerah sana yang sangat membutuhkan perlengkapan sekolah untuk mereka menuntut ilmu. Jangan sampai harapan mereka sirna karena tiadanya dukungan dari banyak orang.


Mari kita membantu teman-teman pelajar kita yang sedang dalam kesulitan. Dengan aksi galang dana ini.

Alhamdulillah, pada beberapa waktu lalu, KAPMI berhasil menjadi partner untuk sekolah menyalurkan galang dana bencana alam. Dengan nama “Sahabat Peduli Bencana”

Beberapa waktu lalu, KAPMI menerima dana dari SMKN 7 Jakarta Timur, sebesar 1.350.000 + barang-barang layak pakai.

Dan masih banyak lagi donasi yang disalurkan melalui KAPMI ini.
Cekidot...

Presiden Serahkan Penghargaan Kepada Empat Siswa Berprestasi

Presiden Serahkan Penghargaan Kepada Empat Siswa Berprestasi
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, menganugerahkan tanda penghargaan kepada empat pelajar berprestasi.

Pada puncak peringatan dimulai pukul 10.00 WIB itu penghargaan Satyalancana Wira Karya diberikan kepada empat siswa pemenang lomba internasional di bidang sains maupun olahraga.

Penerima penghargaan adalah pelajar Sekolah Dasar Islam Al Azhar, Jakarta, Agasha Kareef Ratam, peraih medali emas pada 3rd Wizards Mathematics International Competition (WIZMIC) di Lucknow, India, tanggal 27 Oktober-2 November 2009 dan peraih medali emas dan best exploration pada 6th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Yogyakarta pada 8-14 November 2009.

Penghargaan juga diberikan kepada pelajar Madrasah Btidaiyah Negeri 1 Malang, Koyuki Atifa Rahmi, peraih medali emas pada 6th IMSO di Yogyakarta 8-14 November 2009, serta pelajar SD Marsudirini, Bekasi, Azarya Jodi Setyaki, peraih medali emas cabang catur kategori standar beregu putra dan kategori cepat beregu putra pada kejuaraan the 3rd ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) di Jakarta, 3-8 November 2009.

Sedangkan siswa berprestasi yang juga menerima Satyalancana Wira Karya adalah pelajar SMPN 78 Jakarta, Masruri Rahman, peraih medali emas 5th World School Chess Championship Greece, di Yunani, tahun 2009.

Pada puncak peringatan Hardiknas 2010 di Istana Negara yang dihadiri menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu, Presiden juga menyerahkan tanda kehormatan Satyalencana Pendidikan kepada Pembina/Kepala SDN Rarak, Kecamatan Brang Rea, Nusa Tenggara Barat, Mustafa Akhmad, Pembina/pengawas TK/SD UPTD Kecamatan Batudaa Pantai, Gorontalo, Suleman Kiny, dan guru SDN I Porehu, Sulawesi Utara, Ati.

Pada acara tersebut, Menteri Pendidikan Nasional M nuh juga memberikan penghargaan kepada sejolah perintis pendidikan karakter kepada 11 sekolah di seluruh Indonesia, di antaranya adalah TK Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya, SDN Percontohan Padang, SMP Negeri 1 Watansopeeng, Sulawesi Selatan, dan SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Peringatan Hardiknas 2010 bertema "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa" guna menampung perkembangan dan perubahan aspirasi masyarakat yang sangat dinamis.

Selain dihadiri para penerima penghargaan, peringatan Hardiknas 2010 juga dihadiri siswa dan kepala sekolah peraih nilai terbaik pada Ujian Nasional 2010.

Peringatan tersebut juga menampilkan musik dan penampilan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi titik perhatian khusus Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan misi kesetaraan.

Ditampilkan juga pameran lima prototipe mobil yang dirancang hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Usai memberikan sambutan, Presiden Yudhoyono akan meninjau empat prototipe mobil yang rencananya disiapkan mengikuti lomba penggunaan hemat BBM di Malaysia pada Juli 2010.

Olimpiade Sains Nasional

Olimpiade Sains Nasional adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan propinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari propinsinya masing-masing.

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.

Olimpiade Sains Nasional diadakan setiap tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

Sulut Tuan Rumah Olimpiade Sains Nasional 2011

Medan: Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke- 10 2011 yang akan diikuti siswa-siswa dari seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.

"Tahun depan daerah yang menjadi penyelenggara OSN adalah Kota Manado, Sulawesi Utara," kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Prof Dr Suyanto usai penutupan OSN ke- 9 di Medan, Sumatra Utara, Jumat (6/8).

Kepastian Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah ditandai dengan penyerahan panji penyelenggara OSN oleh Prof Dr Suyanto didampingi Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara.

Dengan ditunjukknya Sulawesi Utara sebagai pelaksana OSN ke-10 tahun 2011 menjadikan daerah itu sebagai daerah kesepuluh di Indonesia yang menjadi penyelenggara sejak kegiatan tersebut digelar mulai tahun 2002.

Daerah yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggara OSN untuk pertama kali adalah Yogyakarta pada tahun 2002, yang saat itu hanya diikuti oleh siswa-siswa SMA saja.

Tahun 2003, OSN dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan saat itu sudah melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA. Setahun kemudian berlangsung di Pekanbaru, Riau. Tahun 2005, OSN diadakan di DKI Jakarta dan tahun berikutnya di Semarang, Jawa Tengah. Pada 2007, berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Sesudah itu di Makassar, Sulawesi selatan dan tahun 2009 kembali di Jakarta.

Tahun 2010 penyelenggaranya adalah Sumatera Utara dan tahun 2011 Sulawesi Utara ditunjuk sebagai tuan rumah. Pelaksanaan OSN ke-9 di Medan ini diikuti sebanyak 1.565 peserta dari seluruh Indonesia. Dari Jumlah itu, Jawa Tengah merupakan daerah yang paling banyak mengirimkan dutanya yakni 178 orang.

Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih predikat juara umum dan memperoleh 20 medali emas, 29 medali perak dan 41 medali perunggu. Sementara di posisi kedua ditempati Jawa Tengah meraih 14 medali emas, 39 medali perak, 32 medali perunggu.

Di posisi ketiga, Banten dengan sembilan medali emas, 15 medali perak dan tujuh perunggu. Pposisi keempat ditempati Jawa Barat dengan delapan medali emas, 11 medali perak dan 11 medali perunggu. Di tempat ada Jawa Timur dengan enam medali emas, 15 medali perak dan 35 medali perunggu.(Ant/BEY)

Sahabat Peduli Bencana - KAPMI Cerdas Bermoral

Akhir-akhir ini banyak bencana sering terjadi, itu semua merupakan sebuah kehendak Allah SWT. Kita sebagai manusia mendapat teguran surat dari Allah. Karena negeri ini mungkin sudah banyak bermaksiat. Tapi masih ada saja orang-orang yang sibuk memperbaiki dirinya.

Dalam bencana tersebut, banjir bandang di Wasior, tsunami di Mentawai, dan Gunung meletus di Gunung Merapi, banyak orang-orang kehilangan harta, benda, bahkan jiwa. Tetesan darah telah mereka keluarkan.

Bagaimana dengan kita?
Sepantasnya kita sebagai pelajar yang peduli terhadap negeri ini memberikan bantuan. Minimal sekali dengan do'a.

Untuk itu, maka Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia mengadakan "Aksi Galang Dana" yang bertema SAHABAT PEDULI BENCANA
dengan menggunakan kupon yang tersebar se-DKI Jakarta

CP:
Jakarta Selatan : Adi (085692199614)
Jakarta Utara : Iyan (083897747626)
Jakarta Barat : Jatmiko
Jakarta Timur : Zuhdi
Jakarta Pusat : Henry

Berperan Sebagai Pemuda

Sebagian besar populasi didunia diisi oleh pemuda,dan berbagai perubahan yang significan pun dibuat oleh pemuda, maka jika para pemuda itu sudah kehilangan kemampuan mereka untuk menjalani peran tersebut maka jangan kaget kalau dunia ini akan segera punah karena tidak ada yang mengurusi lagi, tidak mungkin para orang tua kita yang akan terus – menerus mengisi lembar demi lembar sejarah ini.

Dalam goresan sejarah kita banyak sekali mendapati peran pemuda yang lebih dominan mengisinya, mulai dari zaman nabi dan rasul hingga proses kemerdekaan NKRI bahkan hingga saat ini, namun saat ini para pemuda kita banyak yang lupa akan peran besarnya dan kini lebih asyik menikmati kehidupan yang destruktif dan terkesan aneh dan tabu jika membicarakan peran mereka yang sebenarnya karena mereka sudah merasa nyaman didunia mereka yang saat ini atau memang kita membiarkan mereka nyaman atau bahkan lebih parah lagi sengaja membuat mereka nyaman.

Pemuda diibaaratkan sebagai supir mobil dan dunianya adakalah mobil itu sendiri, bagaimana jadinya kalau supir itu tidak dapat mengendalikan mobil itu atau bayangkan jika suir itu dalam keadaan mengantuk atau tertidur dalam kondisi mobil itu masih berjalan, tentu saja itu akan membahayakn dirinya dan para penumpangnya tentu saja. Jadi jangan sampai kita yang dikuasai dunia apalagi kita tidak sadar bahwa dunia ini terus berjalan dan kita masih tertidur pulas dengan nyaman.

Seorang sahabat dari kalangan khulafaur rasyidin mengatakan ”ya Allah biarkan aku menguasai dunia ini dengan genggamanku dan jangan kau masukan ia kedalam hatiku”. Sebagaimana kita tahu sebagian besar sahabat sasulullah adalah para saudagar kaya dan konglomerat, bahakan dalam masa kepemimpinan khalifah umar bin abdul azis baitu mal pada saat itu sangat kerepotan untuk menampung dana zakat yang ada karena semua oranga pada saat itu berlomba – lomba untuk berzakat sebanyak – banyaknya sehingga petugas baitul mal bingung untuk mencari para musatahik yang akan menerima zakat tersebut. Itulah gambaran mengapa kita juga harus menguasai dunia ini tapi jangan sampai kita yang dikuasai dunia

Banyak faktor yang membuat para pemuda kehilangan arah dan melupakan peran mereka sebagai agent of change atau agen perubahan, pertama, al jahlul(kebodohan), tingkat intelektual dinegeri ini memang sangat rendah hanya sedikit dari pemuda di Indonesia berpendidikan formal yang memadai, bahaka sebagian besar berakhir di jalanan atau bahkan berurusan dengan aparat keamanan karena tindak kriminal menurut data peringkat Indonesia dalam bidang sains, matematika, pemecahan masalah dan membaca yang dilakukan oleh OECD hanya menempati urutan ke 38 dengan nilai 360 hanya lebih baik 1 pon dari Tunisia dan masih kalah dari negara asia tenggara lain seperti Thailand.

Para pemudanya sangat sulit untuk berpikir jernih dan lebih suka mencari jalan pintas yang cenderung merugikan. Kedua, al dha’fu tarbiyah ( kelemahan pendidikan/pembinaan), negara kita sangat lemah dalam bidang pembinaan para generasi mudanya tidak ada kaderisasi yang baik dalam segala aspek, contoh daam dunia olahraga banyak anak muda yang kurang terberdayakan untuk berprestasi disamping tidak adanya jaminan hidup yang jelas sebagai duta bangsa dalam bidang olahraga, dukungan inilah yang saya rasa sangat kurang bagi kterlangsungan pembinaan di negeri ini.

Ketika saya masih duduk dibangku SMA dan aktif diorganisasi saya sangat merasakan sistem yang sangat tidak mendukung untuk pembinaan para pemudanya disamping dukungan yang kurang dari pihak sekolah, ketika saya mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan pembinaan disekolah memang beberapa guru yang sangat mendukung tapi dukungan sistem yang ada disekolah itu sendiri yang akan lebih berarti dalam proses pembinaan tersebut, disamping itu pembinaan moral yang sangat minim diberikan, contoh di televisi kita dapat menilai betapa rendahya edukasi yang diberikan untuk masyarakat disamping tidak adanya regulasi yang tegas untuk itu, mungkin hanya TVRI yang masih cukup banyak tayangan yang cukup mendidik namun sangat sedikit sekali diminati karena kalah kemasan dari stasiun televisi swasta yang lain yang menawakan program – program yang menarik.

Disekolah – sekolah pun demikian frekuensi untuk peminaan moral itu sangat sedikit pendidikan agama hanya diberikan 2 jam dalam satu minggu, maka optimalisasi ROHIS disekolah sangat penting, namun terkadang banyak sekolah yang tidak mendukungnya dengan baik sehingga perannya jadi kurang maksimal disamping beberapa faktor lain yang membuat peran ROHIS jadi kuran maksimal yang tidak saya urai disini, lalau orang tua juga sangat protektif jika anak mereka ikut kegiatan yang berhubungan dengan ROHIS, mereka sangat antusias anaknya ikut klub basket, klub matematika atau bahasa inggris disekolah dibandingkan ikut ROHIS.

Ketiga, al dha’fu tsaqofiyah (kelemahan ilmu pengetahuan), disamping pendidikan dan pembinaan yang kurang, ilmu pengetahuan yang diterima setengah – setengah para pemuda banyak yang tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di dunia islam diluar sana dan konspirasi besar yang sedang mengancam peradaban islam sehingga karena mereka tidak tahu jangan harap mereka akan peduli apalagi melakukan gerak nyata, kelemahan ini sangat mudah dimanfaatkan oleh kaum – kaum kafirin untuk mempropagandakan program-progam mereka.

Lalu karena ilmu pengetehuan yang dimiliki rendah karena pendidikan yang rendah dapat dimanfaatkan pula oleh kaum kafirin tersebut untuk menjajah secara perlahan dengan menguasai sumber daya yang ada dan memonopolinya sehingga kita akan mengemis – ngemis dinegeri sendiri.

Keempat,al dha’fu tanzimiyah (kelemahan dalam pengorganisasian), ”kebaikan yang tidak terorganisir dengan baik akan kalah dengan kejahatan yang terorganisir” begitulah kira – kira nasihat dari sahabat nabi Ali bin Abi Thalib yang menggambarkan urgensi manajerial dalm suatu organisasi atau jamaah.

Ironi memang ketika banyak organisasi atau ormas islam bahkan partai politik berbasis ideologi islam di negeri ini yang seharusnya dapat menjadi stabilator malah sekarang gontok-gontokan demi kepentingan golongan yang cenderung keduniaan belum lagi masalah intern yang cukup pelik di tubuh mereka sendiri inilah yang seperti dikatakan oleh rasulullah bahwa di masa nanti umat islam jumlahnya sangat banyak tapi bagaikan buih dilautan, sebenarnya potensi kebersatuan itu sangat ada namun terkadang perbedaan persepsi tentang hal – hal yang masih ada pertentangan atau khilafiah itu yang menjadi fokus kita itulah yang akan membuat kita tak akan dapat bersatu. Alangkah indahnya jikka kita semua bersama dalam toleransi dan satu visi kedepan untuk menjayakan dienul islam bukan golongan apalagi pribadi.

Karena jika organisasi yang menyeru islam tidak dapat mengatur da’wahnya dengan baik maka akan berdampak pada kualitas objek da’wah itu sendiri, diharapkan organisasi – organisasi keislaman tersebut mempunyai orientasi yang jelas dan memiliki unsur ukhuwah, ruhiyah, dan hamasah dan tentu saja fikriyah yang baik dari setiap angotanya karena hanya dengan kedekatan denganNya lah yang akan mempermudah da’wah islam yang mulia ini.

Kelima,dha’fu akhlaq (lemah akhlaq), inilah output yagn akan terlihat dari dari diri seseorang. Maka jika keempat hal diatas terus terjadi dan dibiarkan berlarut-larut akan sulit rasanya melihat kebangkitan umat islam karena pemuda adalah pengisi garda terdepan dalam perjuangan penegakkan panji – panji islam.

Saat ini kebobrokan akhlaq para pemuda sudah sangat terlihat jelas, pergaulan bebas yang tak terkontrol dan dianggap sebuah identitas bagi para kaula muda, bahkan orang yang tidak mengikuti gaya pergaulan itu dibilang kolot, nggak gaul dan kuper katanya.

Kelemhan inilah yang sngat terlihat karena saya bilang tadi inilah output yang akan langsung dilihat oleh masyarakat, banyak faktor yang membuat kobobrokan moral ini seolah berkesinambungan diantaranya peran media yang sangat membantu hal yang disebut al ghazwul al fikr atau perang pemikiran inilah perang yang diingatkan oleh Rasulullah sebagai perang yang lebih hebat dari perang badar yang maha dahsyat, yaitu perang melawan hawa nafsu.

Para kaum – kaum kafirin sangat mengetahui bahwa umat islam sangat sulit jika dilawan dengan kontak fisik secara langsung hanya dengan mengaburkan pandangan melalui hal – hal yang berbau kenikmatan dunia umat islam akan lebih mudah ditaklukan, kita lihat di semua media elektronik, cetak dan sebagainya melakukan konspirasi yang sangat baik untuk menghancurkan umat islam dari dalam, mulai dari tayangan ditelevisi yang hanya menyugguhkan tayangan yang mendidik untuk bergaya hedonisme dan konsumtif yang destruktif bagi perkembangan moral pemuda, tayangan ynag berkedok religi juga malah sangat kental dengan mistis, di internet dan majalah – majalah pun kian merebak hal-hal yang berbau pornografi bahkan akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita vcd film anak-anak yang tiba-tiba diselingi adegan yang sangat tidak pantas untuk dilihat anak dibawah umur, saat ini pemerintah sedang sngat gencar untuk membatasi situs-situs porno yang ada namun sangat ironi karena belum ada regulasi yang jelas untuk hal itu.

Faktor yang berikutnya adalah krisis keteladanan yang sedikit banyak juga dipengaruhi oleh peran media, saat ini para pemuda lebih senang mengikuti gaya artis dalam dan luar negeri dan otomatis juga dengan gaya hidupnya yang kebarat-baratan yang sangat jauh dengan budaya islam, padahal Allah telah mengatakan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah tauladan yang baik dan Rasulullah mengatakan bahwa nanti akan masuk uga atau neraka manusia bersama oranga yang diidolakannya, jadi sekarang tinggal pilih mau mengidolakan yang sudah pasti menjamin kita akan surgaNya beserta segal akeindahan didalamnya atau sebaliknya.

Lalu faktor berikutnya yang tidak kalh penting adalah peran orang tua yang menjadi pelukis warna dasar pada anak-anaknya, pendidikan moral harus dihujamkan dengan mantap diwilayah keluarga ini, saya sangat yakin jika semua orang tua berkomitmen dan konsisten dalam tarbiyatul islamiyah ini maka secara kontinu kualitas pemuda akan semakin baik dan menjadi tolak ukur kemanjuan bangsa dan agama. Lalu yang berikutnya adalah peran para penyeru kebaikan atau da’i yang harus terus berjuang dan menjadi stabilitator di masyarakat dengan ikhlas penuh kualitas dan efektifitas sehingga peradaban ini akan semakin baik.

Kini saatnya bagi kita semua untuk berperan sebagai pemuda tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang lebih tua. Entah itu sebagai pelajar,mahasiswa, pekerja, politisi, polisi, guru, da’i atau apapun kita hari ini mari lakukanlah peran kita sebagai pemuda dengan sebaik-baiknya yaitu sebagai garda depan kemajuan bangsa dan agama ini karena inilah amal kita yang akan terus berjalan walaupun kita sudah tiada bukan hanya untuk kita semata sebagaimana dikatakan oleh syeikh sayyid quthb ”barangsiapa yang hidup untuk dirinya sendiri ia akan hidup dalam keadaan kerdil dan mati dalam keadaan kerdil namun orang yang hidup untuk orang lain maka ia akan hidup dalam keadaan besar dan mati juga dalam keadaan besar” tapi juga untuk keberlangsungan baik atau buruknya generasi setelah kita nanti.(kurnia p wijaya)

Remaja dan Seks

oleh: Mestika Dewi

Apakah Anda pernah membaca tentang hasil penelitian Komnas Anak tahun 2008? 62,7% remaja SMP sudah tidak perawan lagi. Terus akhir-akhir ini juga dibeberapa majalah dimuat mengenai tulisan tentang fenomena seks di usia remaja. Yang paling mengerikan adalah fakta bahwa ada remaja SMP yang mengaku melakukan hubungan seks di rumahnya sendiri di ruang televisi. Belum lagi, membaca artikel di majalah lain mengenai prostitusi di kalangan siswi remaja, ternyata hal itu dibuktikan benar pula dari penelitian yang dilakukan majalah tersebut.
Entah karena kurang perhatian orang tua, sekolah yang kurang dapat mengontrol hal ini atau memang karena tuntutan kemajuan jaman yang memaksa remaja melakukan hal ini? Entahlah. Remaja memang merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Tugas utamanya adalah pembentukan identitas atau konsep diri, dan membentuknya dengan baik memang tidak mudah. Masalah-masalah remaja seperti ini, sering timbul karena konsep diri remaja juga yang bermasalah. Mengijinkan dirinya melakukan hal ini, merusak diri sendiri karena ia menilai dirinya secara kurang tepat.
Saat ini, sulit menemukan figur yang tepat untuk dijadikan model alias contoh bagi remaja untuk bertindak sebaiknya ia seperti apa. Hal ini, tampaknya dapat membuat remaja buntu mau harus bergerak di mana. Apalagi, informasi remaja juga sangat terbatas atas masalah ini. Dan sedihnya lagi, batasan yang kaku tanpa memberikan penjelasan, membuat remaja yang RASA INGIN TAHUNYA BESAR, malah ingin coba-coba, jadinya SALAH JUGA!
Beberapa kondisi remaja yang pernah penulis lihat, mungkin pula dapat memberikan gambaran remaja kita, ada yang menyedihkan ada dan ada pula yang mengharukan. Di pinggiran Jakarta Barat, Dumpit, masalah seks dengan melegalkannya menjadi pernikahan dini atas dasar masalah ekonomi yang mendesak, tampaknya sudah biasa. Orang tua di sini malah yang membiarkan anaknya menikah dini agar perekonomian orang tua membaik. Apa remaja ada pilihan?
Di sisi yang lain, di bagian Jakarta Barat yang lain, di daerah elitnya, remaja-remaja berkumpul untuk membahas bahwa pacaran sebaiknya tidak dilakukan dahulu, terkait dengan nilai-nilai budaya dan agama. Guru-guru yang memfasilitasi untuk pembahasan ini. Jangankan bicara mengenai seks secara vulgar, pacaran saja tidak boleh. Baik yah guru-gurunya, tapi apa itu cukup?
Ada pula, remaja yang khusus dibawa orang tuanya dari luar negeri untuk dikonsultasikan ke profesional, orang tua mulai prihatin karena anaknya pernah pulang hingga larut malam dengan ‘cipok’ sana-sini di lehernya. Usut punya usut, orang tua memang tidak pernah punya waktu dengan anaknya. Jadinya kaget deh, bingung.
Meski dianggap penting, pendidikan seks bagi remaja belum terlalu banyak dilakukan ternyata. Jarang ada guru yang kreatif yang bisa memfasilitasi hal ini, tapi ada koq seperti di atas, meski masih perlu dibenahi. Nah, mengharapkan dari guru saja, sebagai orang tua juga tampaknya tidak tepat. Sumber utama remaja bisa mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai seks (hal-hal yang berhubungan dengan jenis kelamin sampai dengan hubungan seksual) hanyalah bisa didapat secara tepat dari orang tua atau keluarga. Akan tetapi, biasanya orang tua atau keluarga sendiri yang risih membahasnya. Untungnya banyak buku-buku yang jadi pedoman untuk membahas masalah ini. Jadi bukan alasan untuk sulit melakukannya. Mungkin masalahnya, ada waktu tidak ya untuk membahasnya?

Akan tetapi yang paling penting sebagai remaja, tampaknya perlu untuk lebih MAU MENGAMBIL SIKAP DAN MENJADI ASERTIF (berani berkata ‘tidak'), bekal yang tampaknya akan dapat menjawab tantangan apapun agar tidak tergerus oleh jaman. PUNYA KONSEP DIRI YANG BAIK ITU MEMANG TIDAK MUDAH. AKAN TETAPI, SETIDAKNYA REMAJA TIDAK PERLU MERUSAK DIRI SENDIRI. BUKTIKAN MENJADI YANG TERBAIK DENGAN PRESTASI, MASA DEPAN TETAP DITANGAN PARA REMAJA, HARAPAN BANGSA KITA… Sebagai orang yang sudah lebih tua sedikit, mendukung remaja untuk maju. Kalau remaja ingin konsul sewaktu-waktu, silakan saja :)

Pembentukan 'Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi


Dengan maraknya kasus kristenisasi di kota Bekasi yang semakin gencar, maka pada Ahad 18 Juli, FAPB (Front Anti Pemurtadan Bekasi) mengadakan acara "Silaturahmi Akbar Pelajar Islam Bekasi Raya" dengan tema "Pelajar Melawan Pemurtadan", bertempat di Darussalam Centre, Bekasi Selatan.

Hadir sebagai pembicara dalam acara itu adalah Ustadz Bernard Abdul Jabbar dari Hizbud Dakwah Islam  Bekasi, beliau menyampaikan bahwa Bekasi ini telah menjadi sasaran utama para misionaris Kristen, terutama sekarang mengarah kepada para pelajar dan anak-anak, mereka membentuk MISJU (Misionaris-Misionaris Junior) yang ditempatkan di berbagai sekolah, mereka dididik dan diajarkan untuk mengajak sebanyak-banyaknya umat.

Acara oleh FAPB ini salah satunya juga sebagai "respon" atas "peristiwa Masjid Agung Al-Barkah" beberapa waktu lalu, dimana misionaris mengerahkan para pelajar-pelajar Kristen untuk berpawai karnaval berkedok pawai HARDIKNAS, di halaman Masjid Agung Al Barkah Bekasi tersebut para siswa Kristen itu dengan berani mengadakan ritual-ritual dan formasi-formasi Kristen. Maka hal ini dianggap para pelajar Islam Bekasi menjadi sesuatu yang harus diantisipasi oleh para pelajar-pelajar Islam terutama yang ada di SMP dan SMA Islam.

Oleh karenanya FAPB sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang anti pemurtadan ini merangkul pelajar-pelajar Islam untuk membekali diri dari para misionaris dan mempersiapkan generasi yang peka terhadap Kristenisasi di wilayah Bekasi khususnya.

Dalam acara tersebut dihadiri juga para wartawan dari mancanegara, salah satunya dari Australia yang mengaku dari media ABC (TV Australia).

Acara silaturahmi tersebut diakhiri dengan pembentukan organisasi pelajar Islam, GPAPB (Gerakan Pelajar Anti Pemurtadan Bekasi), dan struktur kepengurusan GPAPB adalah sebagai berikut:

Penanggung Jawab : Front Anti Pemurtadan Bekasi (FAPB)
1. Al-Ustadz Abu Al-‘Izz, Lc (Ketua FAPB)
2. Al-Ustadz Syamsuddin Uba dari Gerakan Pemuda Islam (GPI)

Pembina :
1. Muhammad Faisal, SPd (Kang Faisal al-Jawy)
2. Mas Puji
Ketua : Feri Sholihin
Wakil Ketua : Jundi Abdillah
Sekretaris : Abdul Malik
Bendahara : Abdurrahman Jabbar

Semoga amanah yang di emban para pelajar ini dapat berjalan dengan lancar untuk menghalau program pemurtadan dikalangan pelajar baik SMP maupun SMA, dan semoga Alloh Subhanahu Wata'alla selalu memberikan pertolongan kepada kita Umat Islam untuk selalu memenangkan AgamaNya dan untuk menghalau makar musuh-musuh Islam. Allahu Akbar!

Astaghfirullah, Hari Gini Masih Ada SMP Negeri yang Melarang Siswinya Berjilbab

Di zaman reformasi seperti sekarang ini, ternyata masih ada sekolah menengah negeri yang picik terhadap kewaijban berijlbab. Inilah yang terjadi di SMPN 4 Selat Kuala Kapuas, Kalimantan Selatan. Atas nama otonomi sekolah, Kepala Sekolah SMP Negeri 4 melarang sisiwinya mengenakan jilbab.
“Itu peraturan sekolah dan hasil keputusan rapat dewan guru. Jadi, bukan keputusan kepala sekolah,” ucap Ragus Rumbang, Kepala Sekolah, ketika dihubungi wartawan.
Menurut Ragus, kebijakan pelarangan berjilbab ini sebagai bagian dari otonomi sekolah, meski pemerintah tidak melakukan pelarangan terhadap jilbab. Ragus menegaskan bahwa sekolah punya hak khusus.
"Kalau kembali ke otonomi sekolah tidak berhak mengatur dan itu keputusan sekolah sesuai otonomi sekolah," tegas Ragus.
Alasan lain yang disampaikan Ragus, tidak diperbolehkannya murid perempuan memakai jilbab, hal itu agar terjadi keseragaman dan tidak terjadi pengotakan atau kelompok antara siswa Muslim dan non-Muslim.
"Kami tidak mau itu terjadi di sekolah kami, karena SMPN 4 merupakan sekolah nasional," ujar Ragus.
Dia menegaskan, hal itu sudah berlangsung sejak lama dan telah menjadi tata tertib di sekolah itu. Sehingga segala sesuatunya sudah diatur oleh sekolah. "Kalau mau mengikuti tata tertib silakan, kalau tidak mau masih banyak sekolah lain," kata Ragus.
Dia mengungkapkan, saat pendaftaran calon siswa baru juga sudah dijelaskan tentang tata tertib itu. Namun tidak ada larangan secara tegas yang tidak memperkenankan murid perempuan memakai jilbab.
"Saat pendaftaran sudah dijelaskan tentang peraturan dan tata tertib itu, termasuk jenis pakaian yang wajib dipakai. Dari situ semestinya bisa dipahami," kata Ragus.

Aksi TOLAK PORNOGRAFI/PORNOAKSI


Aksi Damai..

TOLAK PORNOGRAFI/PORNOAKSI

Di Al-Azhar.. Zuhur Disana..

Just For Muslimah,Akhwat,Perempuan,Wanita (Pelajar,Mahasiswi)...

Yg Diadakan Oleh Aliansi Pemuda Peduli Martabat Bangsa, KAPMI termasuk Dalamnya... 

Don't Miss It..! 

Saatnya Pelajar Beraksi Demi Martabat Negeri Ini...!
Sebarkan...!

POSTER

Ada Apa Dengan GPCB?


Ada Apa Dengan GPCB?

“Ketika pendidikan mulai terabaikan.. Ketika moralitas terus tergilas..Lahirlah sebuah pelita harapan.. Munculah sebuah asa.. Daripada kita terus mengutuk kegelapan.. Lebih baik menyalakan sebuah lilin…”

Maju Terus Pendidikan Indonesia!

oleh: faiz abdul karim - SMAN 2 Bekasi-
---tulisan ini diambil dari komentar terbaik di grup facebook kapmi---



Masalahnya, kecerdasan yang dimiliki oleh siswa aja udah beda2...sebenernya, menurut saya, bukan hanya UN yang perlu dihapuskan, tapi langsung kepada akar permasalahannya, yaitu sistem pendidikannya sendiri.

Silabus yang diterapkan di sma benar2 berantakan, guru cuma ngejar yang penting silabusnya tercapai. Maka, saya sebagai siswa sma juga menyarankan seharusnya, sistem pendidikan kita dirombak seperti sekolah2 di amerika, mereka belajar jauh lebih efektif daripada kita.

Siswa di Indonesia, mempelajari 17 mata pelajaran sekaligus, dan sebagian besar dari mata pelajaran itu, ternyata pada kenyataannya hanya membuang2 waktu.