Tampilkan postingan dengan label revieiw anak sekolahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label revieiw anak sekolahan. Tampilkan semua postingan

Saat ujian, jangan gunakan motto “posisi menentukan prestasi”

Menghadapi ujian nasional yang sekarang sedang berlangsung pasti tiap-tiap pelajar punya trik-trik tersendiri dalam menghadapi yang namanya ujian.ada yang sistim kebut semalam,ada yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dengan belajar dan mengikuti tray out,ada juga yang mempersiapkan bekal contekan sedemikian “pintar”nya melebihi penguasaan ilmunya,bahkan ada juga yang sudah dapat bocoran dari orang dengan membayar ratusan ribu demi sebuah kelulusan walaupun bocoran jawaban tersebut mesti di uji kebenarannya.

Setiap pelajar pasti ingin mendapatkan nilai yang maksimal tinggi dan pasti ingin lulus agar tidak di cap sebagai “manusia bodoh” oleh lingkungan.segala upaya dan daya akan di kerahkan demi mencapai puncak aktifitas belajar. Berkomat kamit ria di saat akan berlangsungnya ujian,penuh dengan ketegangan,rasa was-was melanda,gelisah. Jadi ingat dengan kata-kata temanku bahwa “posisi menentukan prestasi” hahahaha….emang paling bisa aja tuh temanku,maksud kata temanku yaitu apabila ada di posisi tempat duduk yang strategis di apit di antara teman teman yang pintar,di sebelah kanan kiri dan depan belakang yang bisa memberikan sedikit kebaikannya dalam membocorkan soal ujian ke teman di sampingnya.kacau juga kalo motto nya seperti itu….hehehe.bayangkan saja seandainya semua pelajar memakai motto seperti itu,apa jadinya nanti nilai ujiannya.bisa-bisa akan berantakan semua.mengandalkan orang lain untuk menjawab soal-soal ujian karena ketidaksiapan diri sendiri.

Jadi pelajar haruslah mandiri,berani mengerjakan soal ujian sendiri apapun yang akan di hadapi.janganlah berpangku tangan mengharapkan jawaban dari teman yang notabene belum tentu benar.sebagai pelajar mesti siap di ajar dalam belajar,mencoba segala keingintahuan dalam segala hal dalam pendidikan sekolah. Sebagai pelajar mesti bisa “ngilmu ning ati”,berilmu memakai hati jadi akan meresap apa yang di pelajari.

Ujian bukanlah momok menakutkan,tapi mengasah otak kita seberapa siap kita dalam menghadapi ujian,jangan sekali-kali memakai motto tadi “posisi menentukan prestasi” karena jika memakai motto tersebut sama saja belum mempersiapkan menghadapi ujian.belajarlah untuk mengerjakan sendiri walaupun sesusah apapun.karena keberhasilanmu yang menentukan diri kamu sendiri,bukan temanmu ataupun gurumu.

Jadi tinggalkan motto “posisi menentukan prestasi” tapi ganti dengan motto “belajar,berdoa dan berusaha sendiri untuk meraih prestasi yang hakiki”.so….ayo semangat dalam menghadapi ujian…….

Presiden Serahkan Penghargaan Kepada Empat Siswa Berprestasi

Presiden Serahkan Penghargaan Kepada Empat Siswa Berprestasi
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2010 di Istana Negara, Jakarta, Selasa, menganugerahkan tanda penghargaan kepada empat pelajar berprestasi.

Pada puncak peringatan dimulai pukul 10.00 WIB itu penghargaan Satyalancana Wira Karya diberikan kepada empat siswa pemenang lomba internasional di bidang sains maupun olahraga.

Penerima penghargaan adalah pelajar Sekolah Dasar Islam Al Azhar, Jakarta, Agasha Kareef Ratam, peraih medali emas pada 3rd Wizards Mathematics International Competition (WIZMIC) di Lucknow, India, tanggal 27 Oktober-2 November 2009 dan peraih medali emas dan best exploration pada 6th International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Yogyakarta pada 8-14 November 2009.

Penghargaan juga diberikan kepada pelajar Madrasah Btidaiyah Negeri 1 Malang, Koyuki Atifa Rahmi, peraih medali emas pada 6th IMSO di Yogyakarta 8-14 November 2009, serta pelajar SD Marsudirini, Bekasi, Azarya Jodi Setyaki, peraih medali emas cabang catur kategori standar beregu putra dan kategori cepat beregu putra pada kejuaraan the 3rd ASEAN Primary School Sport Olympiad (APSSO) di Jakarta, 3-8 November 2009.

Sedangkan siswa berprestasi yang juga menerima Satyalancana Wira Karya adalah pelajar SMPN 78 Jakarta, Masruri Rahman, peraih medali emas 5th World School Chess Championship Greece, di Yunani, tahun 2009.

Pada puncak peringatan Hardiknas 2010 di Istana Negara yang dihadiri menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu, Presiden juga menyerahkan tanda kehormatan Satyalencana Pendidikan kepada Pembina/Kepala SDN Rarak, Kecamatan Brang Rea, Nusa Tenggara Barat, Mustafa Akhmad, Pembina/pengawas TK/SD UPTD Kecamatan Batudaa Pantai, Gorontalo, Suleman Kiny, dan guru SDN I Porehu, Sulawesi Utara, Ati.

Pada acara tersebut, Menteri Pendidikan Nasional M nuh juga memberikan penghargaan kepada sejolah perintis pendidikan karakter kepada 11 sekolah di seluruh Indonesia, di antaranya adalah TK Sekolah Alam Insan Mulia, Surabaya, SDN Percontohan Padang, SMP Negeri 1 Watansopeeng, Sulawesi Selatan, dan SMA Taruna Nusantara, Magelang.

Peringatan Hardiknas 2010 bertema "Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa" guna menampung perkembangan dan perubahan aspirasi masyarakat yang sangat dinamis.

Selain dihadiri para penerima penghargaan, peringatan Hardiknas 2010 juga dihadiri siswa dan kepala sekolah peraih nilai terbaik pada Ujian Nasional 2010.

Peringatan tersebut juga menampilkan musik dan penampilan dari anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi titik perhatian khusus Kementerian Pendidikan Nasional dalam menjalankan misi kesetaraan.

Ditampilkan juga pameran lima prototipe mobil yang dirancang hemat Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Intitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Usai memberikan sambutan, Presiden Yudhoyono akan meninjau empat prototipe mobil yang rencananya disiapkan mengikuti lomba penggunaan hemat BBM di Malaysia pada Juli 2010.

Olimpiade Sains Nasional

Olimpiade Sains Nasional adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains bagi para siswa pada jenjang SD, SMP, dan SMA di Indonesia. Siswa yang mengikuti Olimpiade Sains Nasional adalah siswa yang telah lolos seleksi tingkat kabupaten dan propinsi dan karenanya adalah siswa-siswa terbaik dari propinsinya masing-masing.

Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional ini didasarkan pada kesuksesan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade Fisika Internasional (IPhO - International Physics Olympiad) yang diselenggarakan di Bali pada tahun 2002.

Olimpiade Sains Nasional diadakan setiap tahun di kota yang berbeda-beda. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia yang akan dibimbing lebih lanjut oleh tim bidang kompetisi masing-masing dan akan diikutsertakan pada olimpiade-olimpiade tingkat internasional.

Sulut Tuan Rumah Olimpiade Sains Nasional 2011

Medan: Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke- 10 2011 yang akan diikuti siswa-siswa dari seluruh jenjang pendidikan di Indonesia.

"Tahun depan daerah yang menjadi penyelenggara OSN adalah Kota Manado, Sulawesi Utara," kata Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional Prof Dr Suyanto usai penutupan OSN ke- 9 di Medan, Sumatra Utara, Jumat (6/8).

Kepastian Sulawesi Utara ditetapkan sebagai tuan rumah ditandai dengan penyerahan panji penyelenggara OSN oleh Prof Dr Suyanto didampingi Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho kepada Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Utara.

Dengan ditunjukknya Sulawesi Utara sebagai pelaksana OSN ke-10 tahun 2011 menjadikan daerah itu sebagai daerah kesepuluh di Indonesia yang menjadi penyelenggara sejak kegiatan tersebut digelar mulai tahun 2002.

Daerah yang pernah menjadi tuan rumah penyelenggara OSN untuk pertama kali adalah Yogyakarta pada tahun 2002, yang saat itu hanya diikuti oleh siswa-siswa SMA saja.

Tahun 2003, OSN dilaksanakan di Balikpapan, Kalimantan Timur. Kegiatan saat itu sudah melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA. Setahun kemudian berlangsung di Pekanbaru, Riau. Tahun 2005, OSN diadakan di DKI Jakarta dan tahun berikutnya di Semarang, Jawa Tengah. Pada 2007, berlangsung di Surabaya, Jawa Timur. Sesudah itu di Makassar, Sulawesi selatan dan tahun 2009 kembali di Jakarta.

Tahun 2010 penyelenggaranya adalah Sumatera Utara dan tahun 2011 Sulawesi Utara ditunjuk sebagai tuan rumah. Pelaksanaan OSN ke-9 di Medan ini diikuti sebanyak 1.565 peserta dari seluruh Indonesia. Dari Jumlah itu, Jawa Tengah merupakan daerah yang paling banyak mengirimkan dutanya yakni 178 orang.

Provinsi DKI Jakarta berhasil meraih predikat juara umum dan memperoleh 20 medali emas, 29 medali perak dan 41 medali perunggu. Sementara di posisi kedua ditempati Jawa Tengah meraih 14 medali emas, 39 medali perak, 32 medali perunggu.

Di posisi ketiga, Banten dengan sembilan medali emas, 15 medali perak dan tujuh perunggu. Pposisi keempat ditempati Jawa Barat dengan delapan medali emas, 11 medali perak dan 11 medali perunggu. Di tempat ada Jawa Timur dengan enam medali emas, 15 medali perak dan 35 medali perunggu.(Ant/BEY)